RAMALAN Jayabaya adalah ramalan dalam tradisi Jawa yang salah satunya
dipercaya ditulis oleh Jayabaya, raja Kerajaan Kadiri. Ramalan ini dikenal pada
khususnya di kalangan masyarakat Jawa yg dilestarikan secara turun temurun oleh
para pujangga.Asal Usul utama serat jangka Jayabaya dapat dilihat pada kitab
Musasar yg digubah oleh Sunan Giri Prapen. Sekalipun banyak keraguan keaslianya
tapi sangat jelas bunyi bait pertama kitab Musasar yg menuliskan bahwasanya
Jayabayalah yg membuat Ramalan-ramalan tersebut
Siapakah Jayabaya?
Jayabaya adalah orang
Jawa. Jadi, tentu semua ramalannya harus dihubungkan dengan huruf Jawa yang
merupakan filsafatnya orang Jawa (Indonesia)
Huruf Jawa (Ciptaan
Ajisaka)
Huruf Jawa
mencerminkan sifat orang Jawa
honocoroko (ada utusan)
dotosowolo (berbeda pendapat)
podojoyonyo (sama-sama menang)
mogobotongo (sama-sama kalah)
honocoroko (ada utusan)
dotosowolo (berbeda pendapat)
podojoyonyo (sama-sama menang)
mogobotongo (sama-sama kalah)
Penandaan dalam huruf
Jawa
Ke duapuluh Huruf
Jawa itu mudah diberi huruf hidup hanya dengan menambahkan tanda.
- Ditambah tanda di depan atau dibelakang yang disebut Ditaling Tarung maka huruf A berubah menjadi O.
- Tetapi kalau Ditaling huruf A akan menjadi E.
- Jika Dicecek atau diberi tambahan koma di atas huruf maka A berubah menjadi ING.
- Berikan tambahan kaki dibawah atau Disuku maka A berubah jadi U.
- Tambah dengan tanda seperti huruf V atau Dilayar maka huruf Jawa itu mendapat tambahan R.
- Kalau mau mendapatkan huruf i atau Diwuku tambahkan tanda lingkaran di bagian atas. Atau Dilegeno dengan memberi tambahan tanda seperti angka 2 tetapi dengan kaki belakang yang panjang kebawah maka A menjadi Ah.
- Begitulah Huruf Jawa, diberi tambahan tanda apa saja akan melahirkan huruf hidup. Kecuali kalau Dipangku atau diberi tanda seperti kursi dibawah huruf maka dia akan mati.
Oleh: Oleh Eldy A. Akbar (sinarharapan.co.id)
- Ditambah tanda di depan atau dibelakang yang disebut Ditaling Tarung maka huruf A berubah menjadi O.
- Tetapi kalau Ditaling huruf A akan menjadi E.
- Jika Dicecek atau diberi tambahan koma di atas huruf maka A berubah menjadi ING.
- Berikan tambahan kaki dibawah atau Disuku maka A berubah jadi U.
- Tambah dengan tanda seperti huruf V atau Dilayar maka huruf Jawa itu mendapat tambahan R.
- Kalau mau mendapatkan huruf i atau Diwuku tambahkan tanda lingkaran di bagian atas. Atau Dilegeno dengan memberi tambahan tanda seperti angka 2 tetapi dengan kaki belakang yang panjang kebawah maka A menjadi Ah.
- Begitulah Huruf Jawa, diberi tambahan tanda apa saja akan melahirkan huruf hidup. Kecuali kalau Dipangku atau diberi tanda seperti kursi dibawah huruf maka dia akan mati.
Oleh: Oleh Eldy A. Akbar (sinarharapan.co.id)
Pemimpin dan calon
pemimpin Indonesia (Oleh: Hariyanto Imadha):
Sejak Indonesia
merdeka, Indonesia akan dipimpin oleh presiden dengan itentitas no-to-na-go-ro.
Arti Notonagoro:
Noto berarti menata.
Nagoro berarti negara. Jadi pemimpin Indonesia juga disebut sebagai orang yang
memiliki kemampuan untuk menata negara.
Ada hubungannya
dengan huruf Jawa:
Hariyanto Imadha =
Ho-ro-yo-to ho-mo-do
Gus Dur = go-do
Luna Maya = lo no mo yo
Dst.
Gus Dur = go-do
Luna Maya = lo no mo yo
Dst.
Notonagoro Tahap I:
1, Soekarno — huruf
akhirnya adalah NO
2. Soeharto — huruf akhirnya adalah TO
3. BJ Habibie — Habibie dalam bahasa Jawa artinya Tresno atau Tresna — NA
4. Abdurrahman Wahid — Terkenal dengan nama Gus Dur —Gus = GO
5. Megawati Sukarnoputri — Huruf akhirnya RI = RO
Jadi,mereka memenuhi kriteria No-to-na-go-ro
2. Soeharto — huruf akhirnya adalah TO
3. BJ Habibie — Habibie dalam bahasa Jawa artinya Tresno atau Tresna — NA
4. Abdurrahman Wahid — Terkenal dengan nama Gus Dur —Gus = GO
5. Megawati Sukarnoputri — Huruf akhirnya RI = RO
Jadi,mereka memenuhi kriteria No-to-na-go-ro
Ciri-ciri Satrio
Piningit (belum muncul pada pemilu 2014?):
“Mula den upadinem
sinatriya iku wus tan abapa, abibi, lola, wus pupus weda Jawa mung angendelake
trisula, landepe trisula sing pucuk gegawe pati utawa untang nyawa, sing tengah
sirik gawe kapitunaning liyan, sing pinggir-pinggir tolak colong njupuk
winanda.”
Artinya, Satrio
Piningit mempunyai ciri-ciri:
1.Tidak punya bapak
dan ibu
2.Bersenjatakan Trisula
2.Bersenjatakan Trisula
Apa tafsir Trisula?
Ada dua tafsir:
1. Seorang pemimpin yang punya cita-cita memperkuat tiga angkatan, yaitu TNI-AL,TNI-AU dan TNI-AD dengan senjata militer serba modern karena anggaran di APBN cukup besar sehingga disegani negara-negara ASEAN.
2. Seorang pemimpin yang punya tiga ciri:
1. Seorang pemimpin yang punya cita-cita memperkuat tiga angkatan, yaitu TNI-AL,TNI-AU dan TNI-AD dengan senjata militer serba modern karena anggaran di APBN cukup besar sehingga disegani negara-negara ASEAN.
2. Seorang pemimpin yang punya tiga ciri:
a.
Cerdas
b.
Jujur
c.
Amanah.
Notonagoro Tahap II:
6. Susilo Bambang
YodhoyoNO: huruf akhir: NO
7. Presiden terpilih pada pemilu 2014: Ada hubungannya dengan huruf Jawa TO
7. Presiden terpilih pada pemilu 2014: Ada hubungannya dengan huruf Jawa TO
Siapa kira-kira
presiden terpilih 2014?
- WiranTO?
- Prabowo SubianTO?
- Sri Sultan Hamengko Buwono X yang punya nama asli Bandoro Raden Mas (BRM) Herdjuno DarpiTO?
- Mbak Tutut atau Siti Hardiyanti Hastuti TI = TO?
- Agus Harimurti TI = TO (Putera sulung SBY)?
- Sri Mulyani IndrawatTI = TO?
- Tommy Mandhala PuTRA=TO?
- Kristiani HerawaTI (isteri SBY)?
- Prabowo SubianTO?
- Sri Sultan Hamengko Buwono X yang punya nama asli Bandoro Raden Mas (BRM) Herdjuno DarpiTO?
- Mbak Tutut atau Siti Hardiyanti Hastuti TI = TO?
- Agus Harimurti TI = TO (Putera sulung SBY)?
- Sri Mulyani IndrawatTI = TO?
- Tommy Mandhala PuTRA=TO?
- Kristiani HerawaTI (isteri SBY)?
Siapa kira-kira?
Hanya Tuhan yang Maha Tahu, wallaahu 'alamKita tunggu saja pemilu 2014 nanti.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar